KAMPAR,- Dugaan maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit atau yang kerap disebut warga sebagai “ninja sawit” menjadi sorotan di Desa Suka Maju, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Minggu, (27/9/2026)
Informasi yang diperoleh dari masyarakat menyebutkan, dugaan pencurian buah sawit di sejumlah kebun milik warga disebut cukup sering terjadi. Kondisi tersebut membuat para pemilik kebun merasa resah karena hasil perkebunan mereka diduga menjadi sasaran pencurian.
Salah seorang warga yang merupakan pemilik kebun sawit mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, dugaan aksi pencurian bahkan disebut berlangsung pada siang maupun malam hari.
“Kalau memang benar terjadi, tentu kami sangat menyayangkan. Kebun sawit milik warga seharusnya bisa lebih aman, karena hasilnya merupakan sumber penghasilan masyarakat,” ujar warga tersebut.
Warga berharap aparat kepolisian dapat melakukan patroli dan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi perkebunan yang diduga menjadi sasaran pencurian.
Masyarakat juga meminta Kapolsek Tapung Hilir memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Warga berharap adanya langkah pencegahan dan penindakan apabila ditemukan pelaku yang terbukti melakukan pencurian sesuai dengan ketentuan hukum.
Keresahan warga semakin meningkat karena dugaan aksi tersebut disebut berlangsung berulang kali. Masyarakat berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapat penanganan dari aparat terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Tapung Hilir mengenai dugaan maraknya pencurian buah sawit di Desa Suka Maju.
Catatan: Informasi mengenai dugaan pencurian tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait.















