Example floating
Example floating
Example 728x250
Polri

Digerebek Bareskrim Polri dan Polda Riau, 63 Orang di MP Club Pekanbaru Positif Narkotika

151
×

Digerebek Bareskrim Polri dan Polda Riau, 63 Orang di MP Club Pekanbaru Positif Narkotika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKANBARU,– Penggerebekan tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, mengungkap dugaan penyalahgunaan narkotika. Dari 68 orang yang diamankan dalam operasi gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, sebanyak 63 orang dinyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine berdasarkan hasil pemeriksaan urine.

Operasi tersebut dilaksanakan pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan selama kurang lebih satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.

Operasi melibatkan tim Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan 68 orang yang diamankan terdiri atas pengunjung, waitress, petugas keamanan (security), serta asisten manajer.

Dari jumlah tersebut, 47 orang merupakan laki-laki dan 21 lainnya perempuan. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan 42 laki-laki positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Sementara itu, seluruh 21 perempuan yang diperiksa juga dinyatakan positif mengandung kedua zat tersebut.

“Pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan selama kurang lebih satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika,” kata Kombes Pol Putu.

Dalam penggerebekan itu, petugas turut menyita barang bukti berupa 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai senilai Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Delapan Orang Masih Diperiksa

Pasca-penggerebekan, penyidik masih mendalami asal-usul narkotika, dugaan transaksi di lokasi, serta kemungkinan keterlibatan jaringan pemasok lainnya.

Dari 68 orang yang diamankan, delapan orang masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing. Adapun 60 orang lainnya telah diserahkan untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan pihak luar yang diduga datang untuk mengedarkan narkotika di dalam tempat hiburan malam tersebut. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan terhadap orang-orang yang diamankan, tetapi juga diarahkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran yang lebih luas.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk memastikan peran masing-masing pihak serta mengungkap kemungkinan jaringan pemasok di atasnya,” jelas Putu.

Police Line Dipasang di Area MP Club

Sebagai bagian dari proses penyidikan, petugas memasang garis polisi (police line) di area pub dan salah satu ruangan MP Club pada Senin (12/10/2026).

Pemasangan garis polisi dilakukan untuk mendukung kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, sekaligus membantu pendalaman terhadap dugaan aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Dalam penanganan perkara ini, Polri menegaskan pendekatan yang menggabungkan pemberantasan jaringan pengedar dengan upaya pemulihan bagi pengguna narkotika.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui program “Bersama Polri, Pulih Bersama” dengan tagline “Polisi Bersama Masyarakat, Berantas Bandar dan Pengedar, Pulihkan Pengguna.”

Melalui program tersebut, Polri mendorong pengungkapan jaringan peredaran narkotika sekaligus membuka ruang pemulihan bagi pengguna berdasarkan hasil asesmen dan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga kini, pengusutan kasus MP Club Pekanbaru masih berlanjut. Penyidik berupaya mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika, menelusuri asal-usul barang bukti, serta mendalami kemungkinan adanya jaringan pemasok lain di balik kasus tersebut.

Catatan redaksi: Berdasarkan data yang diberikan, 42 laki-laki dan 21 perempuan dinyatakan positif, sehingga totalnya 63 orang. Untuk menjaga ketepatan pemberitaan, hasil tes urine positif tidak otomatis membuktikan seseorang terlibat dalam peredaran narkotika. Status hukum dan peran masing-masing pihak tetap perlu mengacu pada hasil penyelidikan dan penyidikan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *