ROKAN HULU,– Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Rokan Hulu pada Rabu malam, 29 Juli 2026, kembali menyebabkan banjir di tiga titik di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun.
Genangan air merendam sejumlah ruas jalan penghubung Desa Koto Tandun menuju Bono Tapung, tepatnya di Dusun I Sukajadi. Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena akses jalan tidak dapat dilalui secara normal.
Warga mengaku banjir di kawasan tersebut sudah menjadi persoalan yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur. Kondisi ini dinilai telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
“Sudah langganan, Bang. Kalau hujan deras, pasti banjir,” ujar salah seorang warga saat dikonfirmasi.
Di lokasi berbeda, banjir juga menggenangi akses jalan menuju SMP Negeri 5 Tandun yang berada di ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menuju perusahaan BUMD PT SPR Langgak. Akibatnya, para pelajar dan masyarakat yang melintas terpaksa menerobos genangan air.
Anak-anak sekolah harus merelakan sepatu dan seragam mereka basah karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang. Warga meminta agar dilakukan normalisasi aliran sungai serta perbaikan saluran drainase di Desa Koto Tandun yang selama ini mengalami pendangkalan dan tertutup sedimentasi.
Menurut warga, normalisasi sungai dan saluran air menjadi solusi yang mendesak agar banjir tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akses pendidikan, transportasi, dan perekonomian warga.












