Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

GRIB JAYA Dumai siap lakukan aksi, Desak Hasrizal Minta Maaf

54
×

GRIB JAYA Dumai siap lakukan aksi, Desak Hasrizal Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DUMAI,- Pengurus DPC GRIB Jaya Dumai menyatakan tersinggung atas pernyataan anggota DPRD Kota Dumai, Hasrizal, yang dinilai mengintervensi masyarakat dan pekerja yang bergabung dengan GRIB Jaya dalam memperjuangkan haknya.(25/9)

Ketua Srikandi DPC GRIB Jaya Dumai, Rahma Yani atau yang akrab disapa Yeni Jati, meminta Hasrizal menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak dipenuhi, GRIB Jaya Dumai akan menggelar aksi dan melayangkan surat kepada Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau.”Kami dari pengurus DPC GRIB Jaya Dumai sangat tersinggung dengan pernyataan Saudara Hasrizal yang kami nilai mengintervensi masyarakat atau pekerja yang bergabung dengan GRIB Jaya di Kota Dumai.

Saudara harus meminta maaf secara terbuka. Jika tidak meminta maaf, kami akan turun aksi dan kami juga akan menyurati Ketua DPW PAN,” ujar Yeni.

Menurut Yeni, persoalan bermula dari pembahasan hak sejumlah pekerja PT SIL. GRIB Jaya hadir untuk mendampingi masyarakat dan pekerja memperjuangkan hak mereka. Karena itu, tidak semestinya ada pihak yang menekan pekerja terkait pilihan bergabung dengan organisasi pendamping perjuangan mereka.”Ini bukan soal GRIB mau mengambil kepentingan siapa. Kami hanya mendampingi masyarakat dan pekerja untuk mendapatkan hak mereka,” tegasnya.Yeni menyesalkan pernyataan yang menurut kesaksian pekerja yang disampaikan Hasrizal dalam rapat pertama�”pertemuan antara Hasrizal dengan para pekerja IBP.

Pada pertemuan Selasa itu, sekitar 80 orang diundang, namun hanya sekitar 15 orang yang hadir. Dalam rapat pertama tersebut, muncul pertanyaan terkait alasan pekerja tetap memperjuangkan hak setelah status mereka disebut telah dinaikkan menjadi karyawan.”Kenapa kalian harus menuntut, padahal kalian sudah dinaikkan ke status karyawan?” ujar Yeni, mengutip pernyataan yang disampaikan pekerja yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Persoalan kembali muncul pada rapat kedua. Yeni menyampaikan terdapat pernyataan yang membuat pekerja merasa tertekan, terutama berkaitan dengan kemungkinan pemutusan hubungan kerja bagi yang tidak hadir atau tidak mengikuti perjuangan bersama GRIB Jaya.Disebutkan pula sekitar 90 persen pekerja berisiko terkena PHK. Bahkan, jika upaya pencairan kompensasi yang diperjuangkan GRIB Jaya berhasil, disebutkan 99 persen pekerja akan kehilangan pekerjaan.”Bukan saya yang memecat, tapi perusahaan yang memecat kalian. Kalian akan diintimidasi oleh perusahaan itu,” kata Yeni mengutip pernyataan tersebut.Yeni juga membantah tudingan terkait dana yang disebut akan masuk ke rekening pribadinya.

Sempat muncul pernyataan bahwa jika dana tersebut masuk ke rekening Yeni, para pekerja hanya akan menerima sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang.Ia menegaskan perjuangan GRIB Jaya bukan ditujukan kepada PT IBP, melainkan untuk memperjuangkan hak pekerja PT SIL.”Kami hanya meminta hak kami dari PT SIL, bukan menuntut PT IBP,” katanya.

Selain itu, Yeni menyoroti persoalan keanggotaan serikat pekerja. Dalam pertemuan tersebut, disarankan agar pekerja yang sudah berstatus karyawan bergabung dengan SBSI.

Terdapat pula saran kepada pihak HRD agar pekerja masuk ke serikat tersebut dan tidak bergabung dengan GRIB Jaya.Bagi Yeni, pilihan pekerja bergabung dengan organisasi atau serikat pekerja adalah hak masing-masing. Ia meminta tidak ada pihak yang mengintervensi atau menekan pilihan tersebut.”Kami tidak memaksa pekerja untuk bergabung dengan GRIB. Mereka punya hak menentukan pilihan sendiri. Yang kami perjuangkan adalah hak-hak mereka,” ujarnya.

Sebagai Ketua Srikandi DPC GRIB Jaya Dumai, Yeni menegaskan pihaknya akan tetap mengawal persoalan ini. Ia meminta seluruh pihak menyelesaikan masalah melalui mekanisme terbuka dan sesuai ketentuan berlaku.”Kalau memang ada persoalan, mari kita dudukkan bersama. Jangan masyarakat dan pekerja yang sedang memperjuangkan haknya justru ditekan atau diintervensi,” katanya.

Yeni kembali menegaskan, apabila Hasrizal tidak meminta maaf secara terbuka, DPC GRIB Jaya Dumai akan mengambil langkah lanjut: menggelar aksi serta menyurati Ketua DPW PAN Riau. ***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *