JAKARTA,- Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi dampak debu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta bersinergi dengan Suku Dinas Kehutanan melakukan penyiraman di area lingkungan Lapas pada Senin (7/9).
Kegiatan penyiraman dilakukan pada sejumlah area lingkungan Lapas sebagai upaya mengurangi potensi debu yang beterbangan serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan Lapas Narkotika Jakarta dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Penyiraman dilakukan secara menyeluruh pada area yang dinilai berpotensi menjadi tempat menumpuknya debu. Dengan kondisi lingkungan yang tetap terjaga, diharapkan aktivitas warga binaan maupun pegawai dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sinergi bersama Suku Dinas Kehutanan juga menjadi bentuk kolaborasi antar instansi dalam mendukung upaya mitigasi dan menjaga kualitas lingkungan. Lapas Narkotika Jakarta terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif dengan mengedepankan kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan seluruh warga binaan dan pegawai.
Kalapas Narkotika Jakarta, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa langkah antisipasi perlu dilakukan secara cepat dan terukur sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan lingkungan Lapas tetap kondusif.
“Kami terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dan nyaman. Penyiraman ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam mengurangi dampak debu vulkanik sekaligus menjaga kesehatan dan kenyamanan warga binaan maupun pegawai. Kami juga mengapresiasi sinergi Suku Dinas Kehutanan yang turut mendukung langkah preventif ini,” ujar Aliandra.














