MANDAU,- Rabu. 20/5/2026 Polsek Mandau Gencarkan Kegiatan pengelolaan lahan Program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri dalam Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia Jl. Karya RT 04 RW 02 Dusun Tanjung Sari Desa Bathin betuah Kec. Mandau Kab. Bengkalis.
Luas Lahan : 29 Hektar Yang sudah ditanam : 8.5 Hektar Yang belum ditanam : 20.5 Hektar
“Personil yang turut dalam Kegiatan di Pimpin Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.I.K,M.Si dan Briptu Maula Salsabila,S.H (Bhabinkantibmas Desa Bathin Betuah). Salim ( Tokoh Masyarakat/ Pemilik Lahan). Edi. S ( PJ.Kades Bathin Betuah ). Karsiman (Ketua Unit BUMDES).
Kelompok Pengelolaan Kegiatan dan pemilik lahan: Bumdes Bathin Betuah dan Sdr.Salim / John deere singkkal piringan mata 5 Jagung Pipil Merk Pioneer P32
“Polres Bengkalis, Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis dan Desa Bathin Betuah telah mendorong untuk mendukung Program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Polri mendorong Kelompok masyarakat, BUMDES Desa Bathin Batuah dan pemilik Perkebunan untuk memanfaatkan lahan untuk di Tanam Jagung dengan pola tumpang Sari.
“Dalam hal ini Polres Bengkalis dan Polsek Mandau telah mengondisikan pemakaian John deere singkkal piringan mata 5 milik Sdr Salim guna mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Kegiatan program gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia situasi Ketahanan Pangan, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar Instruksikan Polsek Jajaran Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Kosong
“Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, Kepolisian Resor (Polres Bengkalis) mengambil langkah proaktif. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si.. dan menginstruksikan seluruh Kepolisian Sektor (Polsek) di jajarannya untuk memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur yang ada di wilayah hukum masing-masing guna dijadikan perkebunan jagung pipil produktif.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi konkret Polri, khususnya Polres Bengkalis, dalam menjaga dan mendukung stabilitas pangan daerah sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Kapolres Bengkalis menerangkan bahwa pemanfaatan lahan kosong ini tidak hanya terpaku pada satu metode pertanian saja. Polsek jajaran dibebaskan untuk menerapkan metode yang paling sesuai dengan karakteristik dan luas lahan yang tersedia, baik melalui metode monokultur (menanam satu jenis tanaman pada satu area secara khusus) maupun metode tumpang sari (menanam jagung di sela-sela tanaman lain yang sudah ada).
“Kami ingin memastikan tidak ada sejengkal tanah pun di lingkungan kantor Polsek maupun lahan binaan yang menganggur. Dengan menanam jagung pipil, baik melalui sistem monokultur maupun tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya, kita sedang berinvestasi untuk kemandirian pangan menuju swasembada pangan Nasional” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar keterangannya. Melalui Kapolsek Mandau Kompol Primadona SIK,.M,Si
Beliau menambahkan, pemilihan komoditas jagung pipil dirasa sangat tepat karena selain memiliki masa tanam yang relatif cepat dan perawatan yang tidak terlalu rumit, jagung pipil juga memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan pangan alternatif maupun sebagai bahan baku utama pakan ternak yang permintaannya selalu tinggi di pasaran.
“Program ini tidak hanya melibatkan personel internal Polri saja. Kapolres menginstruksikan para Kapolsek dan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif menggandeng kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta masyarakat sekitar dalam proses pengelolaan lahan, penanaman, hingga masa panen nantinya.
“Melalui program ini, kami ingin membangun sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah melalui dinas pertanian, dan tentunya masyarakat luas. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan keluarga,” tegas Kapolres Bengkalis.
Kapolres Bengkalis mengharapkan, gerakan pemanfaatan lahan tidur ini dapat menjadi contoh atau stimulus bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis khususnya Polsek Mandau untuk ikut memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka dengan tanaman yang produktif dan bernilai guna tinggi.
Dengan komitmen penuh dari Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar dan seluruh jajaran Polres Bengkalis, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal secara mandiri sekaligus menciptakan hubungan yang semakin harmonis dan produktif antara Polri dan masyarakat tersebut.
Editor: Jasrilchaniago











