PADANG,- Puluhan petugas dan Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang jalani tes urine, Kamis (8/1). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus komitmen memberantas peredaran narkoba di dalam lingkungan Rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Aidil Syaputra, menjelaskan bahwa tes urine dilakukan secara acak terhadap petugas dan Warga Binaan. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Barat.
“Sebanyak 90 petugas dan 25 Warga Binaan kami periksa secara acak. Ini merupakan langkah pengawasan internal untuk memastikan Rutan tetap bersih dari narkoba,” ujar Aidil.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada Warga Binaan yang terindikasi positif narkoba. Menurutnya, hasil ini mencerminkan komitmen Rutan Padang dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari barang terlarang.
“Tes urine ini rutin kami lakukan, baik kepada Warga Binaan maupun petugas. Selain itu, kami juga secara berkala melaksanakan sidak sebagai langkah deteksi dini masuknya barang terlarang,” tambahnya.
Kepala Rutan Padang, Maiyudi, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga Rutan tetap bersih dari peredaran narkotika.
“Kegiatan ini penting sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan. Ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di Rutan,” jelas Maiyudi.













