JAKARTA,- Dinamika dalam setiap Forum Organisasi intelektual sejatinya merupakan bagian penting dari Proses Demokrasi, Pembelajaran, serta Pendewasaan Kepemimpinan. 2 Mei 2026
Perbedaan Pandangan, Persaingan Gagasan, hingga Kontestasi Figur merupakan hal Lumrah yang seharusnya menjadi Energi Positif dalam Membangun Kualitas Organisasi yang sehat, terbuka dan Bermartabat.
Hal tersebut disampaikan tegas oleh Larshen Yunus, Fungsionaris DPD PIKI Provinsi Riau (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia), guna menyikapi jalannya Kontestasi Nasional antara Michael Wattimena dan Maruarar Sirait dalam Forum KONGRES PIKI ke-VII Tahun 2026 di Jakarta.
Menurut Larshen Yunus, Organisasi sebesar PIKI semestinya menjunjung tinggi nilai-nilai Kecendekiawan, Moralitas, integritas, serta Etika Kristiani dalam setiap Proses Pengambilan Keputusan.
“Forum intelektual bukan sekadar Arena Perebutan Kekuasaan, tetapi justru yang lebih esensial lagi, yakni sebagai Ruang Pembentukan Karakter, Kualitas Kepemimpinan dan Marwah Organisasi.
Karena itu, seluruh Proses harus berjalan secara Jujur, Terbuka, Adil, serta Tetap Berlandaskan Kasih, Kebenaran dan Tanggung Jawab Moral,” tegas Larshen Yunus, Fungsionaris DPD PIKI Provinsi Riau, yang juga mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau.
Pengusaha Muda Kelahiran Kota Pekanbaru itu menilai, Dinamika yang terjadi selama Proses Pemilihan cukup menyita perhatian banyak Peserta Kongres.
Perbedaan Pendekatan antar Kandidat terlihat sangat jelas, dimana Michael Wattimena tampil lebih terbuka dalam menyampaikanVisi-Misi dan Program Kerjanya sementara sejumlah dinamika lain di Lapangan memunculkan berbagai Persepsi di Kalangan Peserta KONGRES PIKI ke-VII Tahun 2026.
Larshen Yunus yang juga dikenal sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau 2 (dua) Periode itu juga Menyoroti adanya Keresahan sebahagian Peserta terkait dugaan Penggiringan Dukungan tertentu, termasuk isu Arahan Teknis dalam Proses Penulisan Suara, yang menurutnya perlu mendapat klarifikasi resmi demi menjaga kepercayaan seluruh kader terhadap Legitimasi Forum.
“Jika ada ruang-ruang yang menimbulkan tanda tanya, maka penting bagi Panitia maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Transparansi adalah Fondasi Utama Organisasi Modern. Jangan sampai proses yang semestinya melahirkan pemimpin berkualitas justru meninggalkan Luka Berbasis Organisatoris,” ungkap Larshen Yunus, didalam Arena Kongres PIKI ke-VII Tahun 2026 di Jakarta Selatan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan Refleksi Moral yang juga disampaikan sejumlah peserta lain, termasuk Pendeta Penrad Siagian, yang menilai dinamika Kongres bukan hanya soal Prosedur, melainkan menyangkut Nilai Etis dan Spiritual dalam tubuh organisasi.
Bagi Kader Senior DPD PIKI Provinsi Riau Larshen Yunus, Kritik dan Evaluasi bukanlah bentuk perlawanan, melainkan bahagian dari Kecintaan terhadap organisasi agar PIKI tetap menjadi Rumah intelektual Kristen Indonesia yang benar-benar Berintegritas.
“PIKI harus menjadi Teladan. Kita berbicara tentang Kecendekiawan, Pelayanan, dan Kasih. Maka seluruh proses organisasi wajib Mencerminkan Kedewasaan, Kesabaran, Penguasaan diri, serta Penghormatan terhadap Demokrasi yang sehat,” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.
Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu berkali-kali Mengajak seluruh elemen PIKI, baik di Pusat maupun di Daerah, untuk Menjadikan Momentum Kongres tersebut sebagai bahan introspeksi bersama demi Perbaikan Organisasi ke depan.
Dengan semangat Persaudaraan, Kasih Kristiani, dan Komitmen terhadap Kebenaran, Larshen Yunus sangat berharap, agar PIKI senantiasa terus Tumbuh sebagai Organisasi yang bukan hanya besar secara Struktur, tetapi juga Kokoh dalam Nilai, Moralitas, dan Kualitas Kepemimpinan Nasional.
Terakhir, Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Sosialis Indonesia itu menjelaskan, bahwa muncul diakhir waktu Pasangan Calon Kuda Hitam, anak dari Pendiri Organisasi PIKI itu sendiri yang saat ini Berkhidmat sebagai Menteri PKP RI, Maruarar Sirait (Calon Ketua Umum DPP PIKI) dan Dr Benyamin Patonduk, mantan Anggota DPRD di Papua selaku Calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) PIKI. (*)











